Rabu, 26 Desember 2007

Doa Seorang Wanita...

Monday, March 26 '07

Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Bingkisan Doa

Ya Allah,
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku...
Seseorang yg meletakkanku pada posisi ke 3
Setelah Engkau dan Nabi Muhammad.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Dan ia yang tau bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak
Bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku
tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku
tetapi dapat juga menasehati aku ketika aku salah.

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku
tetapi karena hatiku.
Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku
dalam setiap situasi dan waktu.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita
ketika berada disisinya.

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna
namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna
agar aku dapat membuatnya sempurna di hadapanMu.

Buatlah aku menjadi seorang wanita
yang dapat membuat lelaki itu bangga.
Berikanlah aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMu
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah rohMu yang lembut
sehingga kecantikanku datang dari Mu.
Bimbing lisanku sehingga penuh dengan kata kebijaksanaanMu
agar aku dapat menyemangati dan mendukungnya setiap hari.
Berikan aku bibirMu
sehingga aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Bila akhirnya kami bertemu, aku berharap kami dapat berkata :
" Maha besar Engkau, telah memberi kami seseorang yang dapat menyempurnakan hidup kami."

Aku yakin Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat.
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya Indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.. Amiin.

Amiin yaa Robbal Alamiin. Ya Allah kabulkan doanya. Mungkinkah aku pantas menjadi lelaki yang dicari wanita ini.

Sabtu, 22 Desember 2007

Aku cinta padamu Ibu...

Ibu,
Aku tau betapa besar pengorbananmu.
Sekiranya sisa hidupku aku baktikan padamu,
tetap tidak akan sanggup aku membalas ketulusan cinta mu.
Tuhan, sayangi ia sebagaimana ia menyayangiku sedari kecil.
Jika ada kebaikan yang aku lakukan,
aku ikhlas sekiranya itu kau jadikan curahan cintaMu padanya...
Ibu, aku sayang padamu...

Selamat HAri IBu untuk seluruh Ibu yang ada di muka bumi.
Semoga itu mengilhami kita semua untuk dapat saling menyayangi.
Semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk mengerti cinta sejati.
Semoga menjadi jalan untuk meraih cintaNYA.

Senin, 08 Oktober 2007

Sharing

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(Ummul Qur’an; QS. Al-Faatihah 1-7)

Assalamualaikum Sahabatku,
Seperti janji saya waktu itu, Saya mau sharing apa yg udah sy renungkan. Mudah2an kiranya kamu sempat membaca.

Episode ini bermula sejak akhir November 2006 lalu. Saat itu setelah jadi alumni PP 1, saya memutuskan ikut aktif jadi ATS. Sejak saat itu juga sy mulai mengenal sahabat-sahabat baru di Fosma. Entah kenapa saya langsung merasakan aura yg berbeda dari sahabat2 baru ini. Aura luar biasa ini terasa membalik keterpurukan saya karena berbagai masalah dari pekerjaan baru, keluarga dan masalah lainnya menjadi kebangkitan yg tak tergambarkan. Saya yg awalnya lemah menjadi kuat, hati saya yg tadinya luka seolah sembuh dengan sendirinya, perasaan saya yg selalu diliputi ketakutan akan nasib dr pekerjaan dan bayang2 masa depan saya berubah menjadi keberanian yg belum pernah sy miliki sebelumnya, semangat kerja saya yg sudah habis karena sikap beberapa pimpinan berubah menjadi perjuangan yang tak kenal lelah. Subhanallah. Demi 4JJI saya bersaksi, sungguh dari setiap peristiwa yg saya alami, dari setiap detik yang saya lalui dalam hidup ini, dari setiap langkah yg terayun, bahkan dari setiap helaan nafas ini, semuanya adalah rahmat 4JJI dan demi 4JJI tidak ada satupun yg sia-sia. Bahkan peristiwa2 buruk yg mungkin tidak pernah sy harapkan terjadi dan menimpa saya, demi 4JJI semuanya tidak sia-sia. Sy yakin, itu karena kasih sayang 4JJI yg ingin menunjukkan sesuatu pada hambaNya, yg ingin mengajarkan sesuatu pada hambaNya, yang ingin menuntun hambaNya menuju jalan yg lurus yg di ridho’i-Nya. Terimakasih yaa 4JJI, sungguh semua karuniaMu telah mewarnai hidup ini dengan sangat sempurna.

Kisah ini terus berjalan memanjakan saya sampai sekarang. Saya terus menjalaninya bersama sahabat2 Fosma, meski sejak 2 tahun yg lalu, Des 2004, saya sudah gk bisa lagi disebut mahasiswa. Tapi semua terus mengalir, karena sahabat2 Fosma sy tidak pernah menyinggungnya. Kita semua tidak pernah mempermasalahkannya, sama seperti kita tidak peduli siapa kita sebenarnya, apa latar belakang kita. Kita tanggalkan terompah dan yg kita tahu kita semua hanya hamba 4JJI dengan fitrah yg sama. Itulah yg membuat kita dekat bahkan sangat dekat. Kita tidak butuh waktu bertahun-tahun untuk saling mengenal. Kita tidak perlu waktu lama untuk saling percaya. Bahkan kita telah menjadi sahabat sejati saya, padahal belum 2,5 bulan kita saling mengenal. Saya bertanya pada hati ini, siapa yang telah menyatukan kita? Segala puji hanya bagi-Mu yaa 4JJI…

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di muka bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah yang telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.
(QS. Al-Anfaal 62-63)

Maha benar 4JJI dengan segala firman-Nya. Lantas apa yg sekarang membuat hati ini ragu dengan pertolongan-Nya. Sungguh itu semua karena kelalaian kita sendiri. Akhir-akhir ini mungkin kita terlalu asyik dengan acara kita sendiri. Kita terlena dibuai kebahagiaan yang kita rasakan. Kita mulai kehilangan visi kita. Coba kita renungkan dan cermati lagi apa yang kita kerjakan akhir-akhir ini. Mengapa kita merasa tidak ada yg kita dapatkan selain bersenang-senang?Jalan-jalan?Tertawa? Karena memang itu yg kita kerjakan. Sejak pagi bahkan sampai malam hari itu yg kita lakukan, jadi ya itu yang kita dapatkan. Coba kita ingat2 lagi berapa banyak dan berapa lama waktu yg sebenarnya kita korbankan untuk Fosma? Sedikit Bukan? Lebih banyak waktu yg kita habiskan untuk jalan-jalan, bersenang-senang. Dan kebetulan sebagian besar kita lalui bersama sahabat-sahabat sesama anggota Fosma. Jadi wajar jika seolah-olah kita menghabiskan waktu terlalu banyak untuk Fosma. Padahal tidak seperti itu kan? Mari sahabatku kita renungkan sebentar saja.. Jika kita merasa semua menjadi sia-sia. Itu karena Fosma atau kita? Jika kita merasa tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan kita, itu karena Fosma atau kita?

Jika masih sulit menjawabnya, mari sahabat ku kita lanjutkan kisah ini. Sekarang bagaimana jika kita renungkan lagi apa sih visi kita sebenarnya? “mati masuk surga?” ya, itu visi jangka panjang kita. Tapi apa yg bisa kita lakukan saat ini? Kita juga harus memikirkan masa depan kita di dunia. Lalu bagaimana dengan “Indonesia Emas?” benarkah ini visi kita juga? Adakah hubungannya dengan masa depan kita? Ya. Tapi bagaimana cara meraihnya? Kita bisa mencapainya dengan diam atau bergerak? Bukankah seluruh alam semesta dan segala isinya bertawaf pada orbitnya seraya bertasbih mensucikan nama-Nya. Bahkan alam semesta ini tidak statis, tapi dinamis. Berarti kita tidak boleh diam. Kita harus Bergerak. Jadi jika kita menghabiskan waktu kita hanya untuk bermain-main meskipun itu dengan sahabat-sahabat Fosma, itu tandanya kita Diam atau Bergerak? Kamu benar sahabatku. Kita tidak bisa berdiam diri. Kita harus ambil peran kita. Kalo saya sekarang jadi dosen, maka sy harus berjuang dengan peran saya. Jika sebagian besar sahabat Fosma adalah mahasiswa, berjuanglah untuk segera lulus dan segera berperan mewarnai bangsa ini. Jadilah ekonom yg jujur, jadilah hakim yang bijaksana, jadilah guru yang ikhlas mengajari murid-muridnya. Bagaimana mungkin Indonesia Emas akan tercapai hanya dengan Training yg tidak berkelanjutan? Bagaimana mungkin sebuah peradaban bisa di bangun tanpa adanya perjuangan?

Lantas dengan siapa kita harus berjuang? Bisakah kita berjuang sendirian saja? Semuanya akan terjawab dengan mudah dengan menjawab pertanyaan : Untuk apa 4JJI menyatukan kita? “Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di muka bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka.” Untuk apa hati kita disatukan?

Mungkin kita tidak akan bisa menjawabnya sahabatku. Sama seperti saat kita ditanya untuk apa kamu dilahirkan? Tapi bisa jadi kita akan dengan mudah menjawabnya, seperti saat kita ditanya untuk apa kamu makan? Hidup ini ternyata tidak selamanya eksak sahabatku. Hanya ketetapan 4JJI lah yang mempunyai kepastian. Jadi mungkin jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa kita dapatkan saat kita di kumpulkan di Padang Maghsyar. Saat amal kebaikan dan keburukan kita di timbang. Berapa besar amalan shalat kita yg layak mendapatkan nilai di hadapan-Nya?puasa kita, zakat kita bahkan haji kita? Sudah cukupkah semuanya itu? Bagaimana jika itu semuanya tidak cukup berat jika dibanding dosa-dosa yg telah kita lakukan… Yaa 4JJI, ampunilah kami Yaa 4JJI. Sungguh hanya kepadaMU kami minta pertolongan. Karena Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sahabatku, bukankah kita yakin bahwa tidak ada satupun ciptaan 4JJI yang sia-sia? Dan bukankah tidak ada satupun ketetapan 4JJI yg tidak mempunyai maksud dan tujuan apa-apa? Begitu pula tentunya dengan pertemuan kita, dengan penyatuan hati sahabat-sahabat Fosma. Jadi apa yang akan kita lakukan jika ternyata 4JJI memberitahu kita alasanNya mengapa kita disatukan? Memang 4JJI tidak akan memberitahu kita secara langsung saat ini juga. Sekali-kali tidak akan, karena kita bukan Nabi atau RasulNya. Tapi jika suatu saat kita tau bahwa ternyata kita disatukan untuk berjuang dijalanNYa, menyatukan derap langkah untuk menjadi bagian dari terbentuknya peradaban Indonesia Emas, apa yang akan kita katakan? Apa yang sudah kita lakukan? Apa yang sudah kita korbankan? Pantaskah kelak kita tersenyum dengan hati puas karena kita merasa bagian dari perjuangan ini? Berhakkah kita atas Al-Fatihah yang dibacakan anak-cucu dan penerus kita jika ternyata kita lebih dulu meninggal sebelum menikmati keberhasilan itu? Ataukah kita akan murung karena telah meninggalkan perjuangan ini dan mengabaikan harapan 4JJI pada kita? Sahabatku, sungguh kita tidak pernah tau apa yang terbaik yang harus kita lakukan bahkan kita juga tidak pernah tau apa yang terbaik untuk diri kita sendiri. Yang kita tau hanyalah bahwa keikhlasan kita, apapun bentuknya sebagai pengabdian kita kepada 4JJI, itulah sebaik-baiknya perbuatan kita.

Sebuah analogi sederhana untuk hidup kita adalah jika seorang anak berbakti dan cinta kepada orang tuanya, niscaya orang tuanya akan memberikan apaaa saja yang terbaik untuk anaknya, dengan penuh kasih sayang, tanpa di minta bahkan tidak perlu permohonan apalagi rengekan dari sang anak. Tapi sebaliknya jika sang anak tidak peduli pada orang tuanya, tidak sayang bahkan melawan orang tuanya niscaya orang tuanya akan murka dan tidak akan memberikan apapun yang diminta sang anak meski sang anak menangis sekalipun. Analogi yang sama untuk pengabdian kita kepada 4JJI yang kita yakini telah menciptakan kita dan yang mengatur segalanya termasuk hidup kita, segala urusan kita, bahkan dari setiap helaan nafas ini. Jadi sahabatku, jika kita yakin akan semuanya. Lakukanlah semuanya karena pengabdian kita kepadaNya, bakti kita dan cinta kita. Niscaya 4JJI tidak akan meninggalkan kita. Akan memudahkan jalan hidup kita. Bahkan Dia akan menyambut kita saat kita kembali kepadaNYa dengan salam. Salaamun qaulam mirrobirrohiim. ("Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang). (QS. Yaasiin 58).

Sahabatku, kamu pernah menanyakan sebuah pertanyaan padaku. Bahkan beberapa kali engkau pernah menanyakannya. “Yakinkah engkau akan pertemuan dengan 4JJI ?”, “Yakinkah engkau akan pertemuan dengan Tuhanmu ?”.:P
Sahabatku, maafkan atas kelancanganku menulis semua ini. Maafkan jika semua ini telah membuatmu sedih. Tapi Demi 4JJI sy melakukan semuanya agar engkau tersenyum. Agar kita semua tersenyum karena telah menjadi bagian dari perjuangan ini, dan insya4JJI kelak kita akan kembali dengan hati puas lagi di ridho’i-Nya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.
(QS. Al-Fajr 27-30)

Sahabatku, sungguh saya bukanlah orang yang pantas menulis seperti ini untukmu. Mungkin juga saya bukanlah orang yang terlalu berarti untukmu. Sahabatku, dalam hidup kita, kita lah yang menentukan jalannya. Masing-masing dari kita sendirilah yang memutuskan haluannya. Menetapkan kemana kita melangkah. Saat kita sharing dan berbagi cerita, berkeluh kesah masalah kita kepada sahabat, mungkin semua itu tidak akan mengurangi beban kita. Bahkan saat sahabat kita menyumbang saran dan pemikirannya untuk kita, mungkin itu juga tidak akan memberi solusi untuk kita. Tapi sahabatku, bukankah sudut pandang kita bisa menjadi belenggu dari suara hati kita? Saat kita melangkah mungkin kita melihat jalan kita telah lurus dan landai. Tapi sahabat kita yang melihat dari atas dengan sudut pandangnya, dia melihat ternyata didepan kita ada lubang yang tak terlihat oleh mata kita. Tapi apa yang bisa dilakukan seorang sahabat hanya sebatas mengingatkan saja. Selebihnya mungkin hanya Al-Fatihah yang bisa diucapkan dengan ikhlas dari bibirnya. Inilah bukti bahwa saat kita sharing bukan berarti kita tergantung pada sahabat kita, karena keputusan tetap ada di tangan kita. Karena kita yang menjalaninya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Al-‘Ashr 1-3)

Sahabatku, tetaplah menjadi sahabatku.

Kamis, 30 Agustus 2007

Demi Matahari

DENGAN MENYEBUT NAMA 4JJI YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
Demi MATAHARI dan Sinarnya di Pagi Hari...
Demi BULAN Apabila ia Mengiringi...
Demi SIANG Apabila Menampakkan Diri...
Demi MALAM Apabila ia Menutupi...
Demi LANGIT dan Seluruh BINAANNYA...
Demi BUMI dan yang Ada di Permukaannya...
Demi JIWA dan segala Penyempurnaannya...
4JJI Mengilhami Sukma-Sukma Keburukan dan Sukma-Sukma Kebaikan...
Maka Beruntunglah bagi Siapa-siapa yang Mensucikannya...
Rugilah Siapa-siapa yang Mengotorinya...

Hiduplah seperti Matahari yg Tak pernah lelah menyinari, Seperti Bulan yg selalu Ikhlas mengiringi, seperti siang yg selalu menampakkan diri, seperti malam yg setia menutupi, Seperti langit yg selalu menjaga binaannya, seperti Bumi yang menopang segala di permukaannya, dan seperti Jiwa-jiwa yang senantiasa mendekati sang Maha Sempurna...

Itulah pengabdian Alam Semesta kepada-Nya. Tidak ada satupun yang mengingkari-Nya, karena siapa pun yang ingkar akan menghadapi kehancuran. Dan sebaliknya, Siapapun yang mematuhinya akan merasakan kebahagiaan. Itulah Spiritual Commitment.